Thursday, 13 August 2026

๐ŸŽ 6 Ide Hadiah Lomba 17-an yang Murah tapi Nggak Murahan

Bingung cari hadiah lomba Agustusan yang terjangkau tapi tetap kepakai? Ini beberapa pilihan yang aman:

  1. ๐Ÿฅค Tumbler / Botol Minum
    Mulai Rp10 ribuan
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/AUtBr0k6yp
  2. Tumbler dengan Display Jam
    Unik dan kelihatan lebih premium.
    Mulai Rp20 ribuan
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/1VyN8c2Mdn
  3. ☂️ Payung Lipat
    Berguna dan cocok untuk berbagai usia.
    Kisaran Rp25–50 ribuan
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/30nAziatYZ
  4. ๐Ÿด Set Alat Makan Portable
    Isi sendok, garpu, sumpit + tempat penyimpanan.
    Mulai Rp14 ribuan
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/7AcjxWndfX
  5. ๐Ÿงบ Handuk Premium
    Hadiah simpel, berguna, dan tetap terlihat berkelas.
    Mulai Rp18 ribuan
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/50YFNdacwm
  6. ๐Ÿ’ณ Voucher Belanja / E-Wallet
    Nominal Rp25–50 ribu. Paling aman karena pemenang bebas pilih kebutuhannya sendiri.
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/9fK4wHdj37

Murah boleh, tapi hadiahnya tetap harus bikin pemenang senang bawa pulang. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐ŸŽ‰

Share:

5 jenis buku untuk anak Usia 5 -7 Tahun


Kalau anak saya usia 5–7 tahun, ini 5 jenis buku yang saya prioritaskan dulu supaya belajarnya lebih lengkap dan nggak cepat bosan:

  1. ๐Ÿ“– Buku Belajar Membaca
    Kenal huruf sampai mulai lancar membaca.
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/1LewLEqtoF
  2. ✏️ Buku Aktivitas & Worksheet
    Menulis, mewarnai, mencocokkan, maze, puzzle, sampai mencari perbedaan.
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/4Vby77JqFU
  3. ๐Ÿ”ข Buku Matematika Dasar
    Belajar angka, tambah-kurang, pola, bentuk, dan konsep berhitung sederhana.
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/8V86sZK8J0
  4. ๐ŸŒ Ensiklopedia Anak Bergambar
    Hewan, tubuh manusia, luar angkasa, dinosaurus, alam, dan sains dibuat lebih seru lewat gambar.
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/60Qlu54pAQ
  5. ๐Ÿ“š Buku Cerita Bergambar
    Pilih cerita dengan kalimat sederhana, ilustrasi menarik, dan nilai moral yang mudah dipahami anak.
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/6fgShPzjX7

Kalau cuma mau mulai dari beberapa buku dulu, saya akan pilih yang bikin anak bisa belajar sambil tetap merasa sedang bermain.

Share:

7 Barang Wajib Saat Kemarau Panjang & Kabut Asap


Udara makin berdebu, panas, dan air sumur mulai keruh? Ini perlengkapan yang sebaiknya siap di rumah:

  1. ๐Ÿ˜ท Masker Respirator / Particulate — bantu lindungi dari debu & partikel halus
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/9ANndp5h3V
  2. ๐ŸŒฌ️ Air Purifier — bantu jaga udara di dalam rumah
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/6VN2SyR4ln
  3. ๐Ÿšฐ Filter Air Sumur Bor Keruh/Butek
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/9V0e2YODJQ
  4. ๐Ÿฅฝ Kacamata Anti Debu — penting saat banyak debu & asap
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/4Vby5QeG25
  5. ๐ŸŒ€ Kipas Angin Leher — praktis buat aktivitas saat cuaca panas
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/80BqFwPOYd
  6. ๐ŸงŠ Botol Minum Insulated — minuman tetap dingin lebih lama
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/5VUVHOxToh
  7. ๐Ÿ’ง Penjernih Air Sumur / Toren / Bak Mandi
    ๐Ÿ‘‰ https://s.shopee.co.id/50YEgei12n

Jangan tunggu kemarau makin parah baru cari. Simpan daftar ini dulu. ๐Ÿ”–

Share:

Tuesday, 13 September 2022

Wednesday, 15 September 2021

Eunoia Izz Aruna

Pada dasarnya setiap manusia adalah unik, dengan segala unsur terbatas dan berbeda yang hanya dimiliki seseorang, menjadikanya unik dan limited.

Uniqueness atau keunikan seseorang tergambar pertama kali pada namanya. Dengan rasa cinta, bangga dan penuh harap yang membuncah abi persembahkan nama ini padamu anak kesayanganku.

Terlepas dari ke-aesthetic-anya atau keunikanya, itu relative, semua orang memiliki citarasa yang berbeda dalam menilai keindahan, maka dalam namamu ini yang paling utama adalah doa kami; abi dan ummi untukmu nak. semoga sepuluh, sebelas, atau tujuh belas tahun lagi ketika kau membaca tulisan ini, engkau telah tumbuh menjadi seorang gadis dengan pemikiran yang indah, yang memberikanmu kekuatan, memberikanmu kemuliaan dimata-Nya, dengan parasmu yang kemerah-merahan bagai ufuk fajar, semoga - Aamiin.

Eunoia (เคฏूเคจोเค‡เคฏा) - [Sanskerta]: Pemikiran yang indah, pikiran yang baik

Izz (ุนุฒ) - [Arab] :  Kemuliaan, kekuatan

Aruna - (เค…เคฐुเคฃ)  [Sanskerta] : Bersinar kemerah-merahan

Aruna, adalah panggilanmu sejak engkau masih diperut umi-mu.  Abi, umi dan nenek serta Ounty  mu selalu memanggilmu begitu ketika engkau masih dalam kandungan. Sehingga saat engkau lahir tak ada pilihan lain selain memberikan nama yang ada kata aruna-nya. Harus ada Aruna-nya! begitu.

Eunoia adalah sebuah kata yang berhasil membuat hati abi mu berdecak kagum karena susunan huruf demi hurufnya sangat memukau. Terlebih didunia ini sangat sangat terbatas nama dengan paduan kata Eunoia. Tidak pasaran seperti nama nama lain. Terlebih artinya adalah Pemikiran yang indah, karena prilaku , cara bicara dan atitude seorang itu tercermin dari bagaimana cara dia berfikir. Kami berharap engkau memilikinya nak.

Izz, adalah kata dari bahasa arab, yang simple, pendek dan bermakna sangat indah. Kemuliaan ; itu adalah harap dan doa kami untukmu semoga kelak engkau hidup dalam dekapan kemuliaan nak, Insha Allah. Sungguh, kata izz ini adalah kata terakhir yang kami temukan nak, karena untuk mendapat paduan nama yang baik, kata kedua dalam namamu haruslah satu frasa. Jika dua frasa atau lebih maka akan terkesan seperti nama 3 orang yang berbeda (Misal ; Eunoia Intan Aruna = terdengar seperti nama 3 anak), karena intan adalah dua frasa  yaitu IN-TAN. 

Yang menarik dari proses panjang pencarian namamu ini, sebenarnya sudah ada nama yang sempat kami pilihkan, tapi karena setelah kami search digoogle sudah ada satu anak dengan nama itu, maka kami mengurungkanya nak. Karena kami ingin Aruna itu The Spesial one, The only one and limited. Maka kami dapatkan nama yang indah ini untukmu dari diskusi yang sangat panjang. 

Eunoia Izz Aruna, kami bahagia sekali engkau hadir bersama kami dan Allah percayakan kepada kami, semoga Allah selalu menjagamu dalam kesehatan, sampai abi dan umi akan memberikan nama untuk anak-anakmu kelak nak, Insha Allah.

    

    Abimu,

    Bayu Apriliawan 

 

Share:

Sunday, 23 August 2020

Fenomena Bu Tejo dan Realitas Netizen yang Maha Benar

Viralnya film dan atau potongan-potongan video Bu Tejo adalah sebuah sinyal persetujuan dari para viewer sendiri bahwa karakter Bu Tejo adalah karakter masyarakat kita, Bu Tejo adalah Kita! Begitu kira-kira kalau dibawakan dalam bentuk orasi. Hidup Bu Tejo!

Bagaimana pendapatmu tentang menyikapi setiap komentar orang lain terhadap hidup kita? Apakah itu sangat membantu untuk perbaikan dan evaluasi kehidupanmu atau justru sebaliknya menambah runyam dan membebani langkah maju yang lagi semangat-semangatnya?

Terlebih era media sosial dewasa ini menunjukan perkembangan pola komunikasi yang kurang baik antara satu orang dan orang lainya. Semua orang dapat dengan tiba-tiba muncul dikehidupan orang lain tanpa kenal, tanpa dekat, dan tanpa tau secara mendalam. Ujug - ujug  muncul aja dikolom komentar, heboh, menyudutkan, bullying,  menyalahkan dan menghakimi. Singkatnya menjadi yang merasa paling tau padahal tidak tau apa-apa.

Masih hangat diperedaran pemberitaan media massa mengenai kasus Adhisty Zara dengan video kontroversialnya yang beredar, ada andil yang begitu besar dari para netizen yang membuat beberapa produk kosmetic memutus kontrak si Doi karena hebohnya kasus ini loh.

Belum lagi tentang peran netizen yang hampir buat seorang Kekeyi bunuh diri karena berkali-kali menjadi korban bullying di media sosial maupun di kehidupan nyatanya. Buat yang ketinggalan beritanya nih ada linknya gaes  Link Berita Kekeyi

Disini posisi gue bukan sebagai pihak yang mendukung atau membenarkan segala tindakan dari artis-artis yang dibully diatas ya gaes. Posisi gue cuma sebagai pihak yang gak habis fikir aja bahwa begitu banyak berkembang populasi orang-orang yang begitu perduli dengan hidup orang lain.Tapi perdulinya bukan dengan memberikan bantuan sembako dan lain sebagainya.Melainkan untuk melakukan serangan verbal sebanyak mungkin pada sasaran.

Kombinasi antara kepo dan nyinyir seperti menjadi sebuah ‘watak’   khas netizen Indonesia. Ini sangat berbahaya loh gaes, pada berita link diatas, kekeyi hampir bunuh diri loh karena ulah netizen yang sok maha tau segalanya.

Yang menyedihkan adalah kecenderungan prilaku nyinyir dan kepo itu sudah mulai merebak dalam sendi-sendi kehidupan nyata. Meskipun sejarah pergunjingan telah ada sejak zaman sebelum masehi namun tingkatan dosisnya belum separah sekarang. Agaknya viralnya film Tilik / Bu Tejo (https://www.youtube.com/watch?v=GAyvgz8_zV8) bisa jadi gambaran kondisi terkini yang membenarkan sebuah ungkapan bahwa lisan lebih tajam dari pada pedang.

Kebiasaan nyinyir yang biasanya ada pada kaum ibu-ibu ternyata dapat digolongkan sebagai gangguan kejiwaan. Nah loh! Sumbernya dari health liputan6.com, bahwa  nyinyir bisa jadi merupakan salah satu sifat dari orang yang mengalami gangguan kejiwaan seperti gangguan kepribadian (personality disorder) atau bipolar (Link sumber berita)

Jadi Trending di Twitter, Terungkap Sosok Pemeran Bu Tejo di Film ...
Sosok Bu Tejo (Source : Tribunnews.com)

Viralnya film dan atau potongan-potongan video Bu Tejo adalah sebuah sinyal persetujuan dari para viewer sendiri bahwa karakter Bu Tejo adalah karakter masyarakat kita, Bu Tejo adalah Kita! Begitu kira-kira kalau dibawakan dalam bentuk orasi. Hidup Bu Tejo!

Kemudian , bagaimana seharusnya respon kita terhadap fenomena tersebut? Dalam sebuah perubahan setidaknya ada dua usaha yang bisa kita lakukan. Pertama adalah berusaha untuk tidak menjadi bagian dari golongan yang nyinyir tersebut. Atau agar mudah mengingatnya , jangan menjadi golongan bu Tejo.

Kedua , menyiapkan antibody jika posisi kita adalah sebagai korban ghibah atau korban bullying seperti kekeyi dalam lampiran kisah diatas.

Landasan teorinya adalah bahwa setiap perkataan orang lain terhadap diri kita apabila itu tidak mengandung pesan yang membangun makan tinggalkanlah. Singkatnya masa bodoh amatlah!

Mark Manson dalam bukunya yang berjudul The Subtle Art Of Not Giving F*ck yang sudah diterjemahkan dalam bahasan Indonesia dengan judul : Sebuah seni untuk bersikap Bodo amat, banyak menjelaskan tentang bagaimana sebaiknya kita merespon sesuatu yang negatif dengan sikap bodo amat.

“ Inilah mengapa, bersikap masa bodoh, adalah kuncinya. Inilah alasan mengapa itu menyelamatkan dunia. Dan kuncinya adalah jika kita bisa menerima bahwa dunia ini benar-benar keparat dan itu tidak apa-apa, karena memang seperti itu, dan akan seperti itu adanya. Dengan tidak ambil pusing ketika Anda merasa buruk, berarti Anda memutus Lingkarang Setan; Anda berkata pada diri sendiri, Saya merasa sangat buruk, tapi terus kenapa! Apa pedulimu? ” –halaman 9”

Ada sebuah cerita menarik yang mungkin anda pernah mebacanya, tapi mari kit abaca sekali lagi untuk mengambil sebuah pelajaran :

Pasa suatu masa, di sebuah negeri dikisahkan, ada dua orang anak beranak yang ingin pergi ke suatu pasar untuk menjual seekor keledai. keadaan Bapak, Anak, dan keledai itu serba tanggung. Bapak itu berumur agak lanjut, tetapi masih cukup kuat untuk berjalan. Si Anak sendiri juga tanggung, ia adalah remaja yang belum dapat di sebut dewasa, tetapi juga tidak dapat lagi dikatakan anak-anak. Sementara si keledai, adalah keledai yang sehat kuat tetapi badannya beukuran agak kecil.

Pagi-pagi, berangkatlah mereka menuju pasar yang letaknya agak jauh dan harus ditempuh dalam perjalanan setengah hari. Bapak dan Anak, dengan membawa bekal makanan yang cukup untuk diperjalanan segera naik ke punggung keledai. Mereka menaiki keledai itu selama beberapa jam, hingga akhirnya tiba di sebuah kampung dengan kerumunan orang-orang. Demi melihat seekor keledai kecil dinaiki oleh Bapak dan Anak itu, berbisik-bisiklah orang-orang itu. Kemudian salah satu dari mereka berbicara.

“Hai, betapa malangnya nasib keledai kecil itu. Ia harus menanggung beban dua orang anak-beranak seperti kalian. Tidakkah kalian berpikir bahwa keledai itu bisa saja menjadi sangat menderita selama dalam perjalanan kalian?”

Setelah mendengar kata-kata orang kampung itu, akhirnya Si Bapak turun dari punggung keledai. Mereka kemudian meneruskan perjalanan menuju pasar dengan Si Bapak berjalan di samping keledai yang ditunggangi Si Anak. Mereka kembali berjalan menyusuri jalan-jalan yang sepi hingga kemudian mereka tiba lagi di sebuah kampung yang berbeda.

Di kampung ini, mereka juga berpapasan dengan sekumpulan orang-orang yang berbisik-bisik. Si Bapak dan anaknya sadar, bahwa orang-orang kampung itu sedang berbisik-bisik membicarakan mereka. Lalu karena penasaran, bertanyalah Si Anak tentang apa sebenarnya yang membuat mereka berbisik-bisik. Lalu salah seorang dari kerumunan itu menjawab.

“Hai Anak Muda, lihatlah Bapakmu yang berjalan di sisi keledai itu. Tidaklah pantas kamu duduk di atas punggung keledai dengan santainya, sementara Bapakmu berjalan kaki di sampingmu. Di mana otakmu sehingga engkau sedemikian tega terhadap Bapakmu? Apakah kamu ingin menjadi anak yang tidak mempunyai rasa hormat dan kasih sayang kepada orang tua?”

Si Anak berpikir, lalu ia menyadari bahwa Bapaknya mungkin lebih pantas untuk duduk di atas keledai. Dialah yang seharusnya berjalan kaki.  Si Anak kemudian turun dari punggung keledai, dan ia meminta Si Bapak untuk naik. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju pasar. Si Anak kini berjalan bersisian dengan keledai.

Beberapa saat kemudian, tibalah mereka di sebuah kampung yang lainnya. Di sini mereka juga bertemu dengan sekelompok orang. Orang-orang itu saling berbisik-bisik sambil memandangi kepada Bapak, Anak, dan keledai itu. Karena rasa penasaran akan apa yang dibisik-bisikkan oleh orang-orang itu, Si Bapak kemudian bertanya.

“Wahai Saudara-Saudaraku, apakah gerangan yang kalian bisik-bisikkan? Adakah sesuatu yang salah dengan kami?”

Salah seorang dari penduduk kampung itu berkata.

“Di mana rasa sayangmu terhadap anak itu? Anda bertubuh kuat, mengapa anak anda disuruh berjalan? Sungguh kamu ayah yang keterlaluan.” Katanya dengan lantang, sementara orang-orang lainnya mengiyakan.

“Duhai Saudara-Saudaraku, tahukah kalian bahwa kami telah melewati beberapa kampung sebelumnya. Dan, tidak ada satu carapun yang kami lakukan dianggap tepat. Kami berterima kasih atas perhatian kalian kedapa kami.”

Setelah memohon diri untuk melanjutkan perjalanan, Si Anak segera naik ke punggung keledai bersama Si Bapak. Keduanya menyusuri jalan menuju pasar yang masih separuh jalan. Ketika keledai kelelahan, mereka berhenti di sebuah pinggir danau dengan pemandangan yang indah. Mereka membuka bekal makanan yang telah disiapkan dari rumah, sementara keledai kecil itu merumput dengan senangnya dan minum dari air danau dengan puasnya.

Message-nya adalah jangan telan semua kata-kata orang gaes, bener kata Mark Manson, kita harus kuasai itu seni untuk bersikap bodo amat. Harus begitu. Karena toh netizen tidak membiayai hidup kita kan. Sikap bodo amat disini bukan berarti anti kritik ya gaes, tapi lebih ke gimana kita menghidupkan filter yang baik dalam merespon setiap masukan. Kayaknya segini dulu deh ya nanti dilanjut lagi gaes, tulisan ini muncul karena adanya keresahan tentang pola kepoisme dan nyinyiersme dewasa ini yang sangat meresahkan.


23 Agustus 2020

@ Tiger Island

Share:

Sunday, 26 July 2020

Mengeja Persahabatan di Era Kepentingan

Source : funnyclub.net/having-a-best-friend/
Source : funnyclub.net/having-a-best-friend

Pertengahan bulan Juni lalu, saya bertemu teman saya sewaktu kuliah S1 dulu di Palembang. Pertemuan kami ini sudah lama sebenarnya direncanakan karena akan membahas beberapa urusan bisnis.  Sayangnya karena wabah Corona ini kepulangan saya dari Kalimantan harus mengalami beberapa kali penundaan,

Singkat cerita, kami bertemu disebuah peristirahatan tidak  jauh dari pusat perbelanjaan yang ada dikota Palembang . tidak tanggung-tanggung kami memesan tempat ini untuk berdiskusi penuh selama dua hari dua malam. Sebab sepenuhnya kami  berdua memahami waktu ini akan begitu singkat dan akan semakin singkat karena dihari yang akan datang semua akan larut dalam kesibukan masing-masing.

Singkat cerita, pukul 19.00 Wib, diskusi kami buka setelah menyantap dua bungkus nasi pecel lele dengan tamabahan nasi ekstra tentunya. Teman saya membuka diskusi tentang perkembangan investasi kolam lele yang dua bulan lalu saya ikut menanam modal disana.

Diskusi terus berlanjut ke tema-tema ringan seputar kabar masing-masing dan rencana hidup kedepan. Pukul 21.00 Wib,  saya mulai mengeluarkan buku dan pena dari tas ransel yang saya bawa, ini menandakan diskusi akan beralih ketopik serius yang akan menguap begitu saja kalau tidak dicatat hasil pembahasanya.

Pukul 23.45 Wib, nampaknya konsentrasi membahas tema berat sudah tidak relevan lagi dilakukan. 4 lembar hasil bahasan malam ini menjadi sebuah dokumen berharga yang tentu kami hasilkan dari perdebatan sengit . Sebenarnya foreplay  pembahasan  ini sudah dilakukan beberapa bulan lalu via telpon ketika saya masih berada di Kalimantan, mala mini hanya membahas turunannya saja. Tapi tetap menguras waktu, tenaga dan emosi tentunya. Untung kami sudah lama kenal, jadi hal – hal semcam ini sudah tidak lagi masuk keranah perasaan.

Hari belanjut sampai 48 jam kemudian. Dua hari -  dua malam berekpektasi untuk membahas secara serius semuanya sampai tuntas, ternyata realitanya justru jalan-jalan pakai motor butut, wisata kuliner, nge-mall, sampai waktu habis dan saya harus check-out.

Dipercakapan terakhir sebelum kami berpisah, kami baru sadar kalau waktu dua hari memang waktu yang sangat singkat, terasa lebih singkat karena kami bertemu bukan untuk urusan bisnis murni.

Teman – teman mungkin biasa mendengar dan melihat bahwa rapat-rapat penting membahas sebuah proyek atau bisnis biasanya tidak lebih dari 3 jam. Rapat organisasi, rapat perusahaan dan rapat-rapat di aspek professional lainya akan memakan waktu yang singkat, padat dan focus pada kepentingan yang sudah tertarget sedari awal.

Sebuah era baru dalam memaknai pertemuan dan pembicaraan. Kita memasuki era dimana sudah jarang bisa bertemu dengan teman-teman untuk sekdar berbicara omong kosong dan menertawakan hidup bersama. Ini eranya kalau ketemu harus ada kepentingan, harus ada ­output , harus produktif, time is money.

Enggak sepenuhnya salah juga menurut saya, karena usia-usia pasca pendidikan menengah atas dan tinggi  memang lebih faedah kalau diisi dengan agenda-agenda yang menghasilkan. Tapi ya sumpek juga dunia ini ya kalau semuanya harus ada kepentingan, hingga muncul  anekdot yang menyindir masyarakat tentang prilaku sosial yang dibumbui kepentingan misalnya, Jarang chat, sekali chat mau minjem duit, jarang nongol sekalinya nongol ada maunya,  dan satir-satir lain yang mengkritik pola pergaulan masyarakat kebanyakan dewasa ini.

Saya sepakat bahwa sedikit banyak ini adalah efek dari pandemi. Orang-orang mengikuti anjuran Social distancing  sehingga sosialnya memang benar-benar berjarak. Dari berbagai sumber sepakat bahwa pandemi ini membawa dampak disektor ekonomi. Sehingga banyak orang mengalami kesulitan perekonomian. Disisi lain pemerintah melakukan pembatasan sosial yang secara langsung terus memupuk keterpurukan ekonomi itu sendiri. Masyarakat punya mindset  tidak keluar rumah kalau tidak penting-penting amat. Sehingga ketika diera ini cuan adalah unsur yang dianggap paling penting, maka masyarakat hanya akan berinteraksi , keluar rumah, ketemuan dengan teman dan interaksi sosial lainya ketika ada ‘hasilnya’   ketika ada cuan-nya.

Menurut saya ini adalah hal yang keliru, bukan motif kepentingan yang mendatangkan rezeki tapi silaturahmi yang mendatangkan rezeki.

Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim[Shahiih Al-Bukhaariy no. 2067].

Jadi sebaiknya kita tetap menjadi professional yang memiliki banyak jaringan pertemanan. Dan model hubungan seperti ini tidak akan tercapai jika seseorang tidak mampu memisahkan kapan saatnya berbisnis dan kapan saatnya berteman. Karena mencampur-adukan keduanya akan merusak bisnis menjadi tidak professional dan akan merusak pertemanan menjadi serba materialistik.


Pulau Rimau, 2020

Share: